Turbo Turbo Turbo Dunia Remaja Terkini dan Gaul: Tak Peduli Apa yang Orang Lain Katakan, Yakinlah Kamu Sedang Meniti Jalan yang Benar Turbo

Jumat, 13 Maret 2015

Tak Peduli Apa yang Orang Lain Katakan, Yakinlah Kamu Sedang Meniti Jalan yang Benar



Tak Peduli Apa yang Orang Lain Katakan, Yakinlah Kamu Sedang Meniti Jalan yang Benar

Tak selamanya menjadi pendengar yang baik itu bermanfaat bagi dirimu. Sebaliknya, terkadang kita malah dituntut untuk tak mendengarkan perkataan orang lain. Khususnya jika perkataan mereka akan melemahkan dan mematahkan semangat kita untuk berhasil.
Sayangnya, perkataan-perkataan seperti itu seringnya justru datang dari orang-orang terdekat kita. Entah itu sahabat, teman, bahkan orangtua kita. Mungkin maksudnya memang baik, supaya hidupmu jauh dari rasa kecewa dan kamu tak membuang-buang waktumu untuk hal yang “kemungkinan besar” akan gagal.
Namun jika kamu sudah punya keyakinan akan apa yang ingin kamu lakukan, tak perlu ambil pusing mengenai perkataan-perkataan yang melemahkan ini. Justru jadikan itu cambuk penyemangat demi membuktikan bahwa selama ini mereka menganggapmu salah.
Orang-orang sukses di bawah ini, contohnya, bisa berprestasi justru karena mereka “bukan pendengar yang baik”. Siapa sajakah mereka? Mari simak satu per satu kisahnya:

1. Tak lulus ujian masuk klub basket SMA-nya, dia disarankan untuk rajin belajar Matematika saja. Nama bocah remaja ini? Michael Jordan

Jordan pernah kehilangan kesempatan bergabung dengan team basket SMA karena tingginya yang dianggap tak memadai. Ia juga pernah gagal menjadi Player of The Year dari North Carolina High School. Gurunya pun menyarankan agar ia menekuni Matematika saja, supaya masa depannya cemerlang.
Namun alih-alih murung, Michael Jordan justru bangkit dan berlatih dengan amat keras sehingga berhasil mengantarkannya masuk kedalam klub basket.  Selang beberapa waktu berlalu, Jordan dapat membuktikan bahwa dia bisa menjadi pemain basket profesional dan menjadi salah satu pria paling kaya di Amerika.

2. Seorang staf majalah junior dipecat karena “idenya basi” dan “terlalu banyak mencoret-coret sambil melamun”. Nama staf tersebut adalah Walt Disney.

Pada tahun 1919, Disney membuka perusahaan animasi-nya sendiri Lough-O-Gram Studio di Kansas City. Meski banyak masyarakat yang merasa terhibur dengan animasi animasi buatannya, Disney tak mampu mengelola keuangan, hingga mengharuskan perusahaannya tersebut gulung tikar. Ia kemudian pindah ke Hollywood, California. Dia dan adik laki-lakinya membangun perusahaan dengan nama Disney Brother’s Studio.
Dari tangannya jugalah ia berhasil menciptakan tokoh Mickey Mouse yang kita kenal hingga saat ini. Bahkan karena saking tingginya imajinasi Disney bersaudara, mereka membuat cerita-cerita dari negeri dongeng mereka menjadi kenyataan dengan membuka Disneyland. Disneyland tak hanya tempat bermain anak-anak, namun juga tempat bagi orang dewasa yang ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi anak kecil- yang selalu penuh dengan pikiran-pikiran imajinatif.

3. Pernah mendapat nilai C dalam pelajaran Musik sampai dipecat pada penampilan perdananya, Elvis kini dikenang sebagai salah satu penyanyi tersukses yang pernah ada.

Anak laki-laki ini hanya mendapatkan nilai C dalam mata pelajaran musik ketika dia duduk di bangku kelas 8 hingga gurunya mengatakan bahwa dia tak memiliki bakat dalam bermusik. Di hari berikutnya, si anak laki-laki membeli gitar-nya sendiri dan kemudian belajar memainkannya bersama dengan seorang tetangganya. Ia-pun kemudian sukses membuat lagu-nya sendiri dan berhasil menyanyi pada pertunjukkan perdananya.
Namun lagi-lagi, Manager Grand Ole Opry di Nashville, Tennessee, memecat remaja laki-laki itu sesudah penampilan perdananya sambil mengatakan “kamu tak akan berhasil, Nak. Kamu harus kembali menjadi sopir truk”. Nama penyanyi tersebut adalah Elvis Presley. Dengan dandanan perlente dan musikalitas yang oke, Elvis berhasil menunjukkan pada dunia bahwa ia dapat menjadi salah satu bintang Rock n’ Roll paling legendaris di Amerika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar