Jika Ingin Acara TV Indonesia Kembali Berkualitas, Stop Tonton Tayangan-Tayangan Ini!
Semakin hari, acara TV di negeri kita semakin memprihatinkan. Tak sedikit yang mengeluh dengan buruknya kualitas program-program TV ini, tapi ternyata TV masih saja menjadi media kesayangan rakyat Indonesia. Bahkan banyak di antara kita yang duduk manis menonton sinetron hanya untuk mengutuki kualitas cerita dan akting pemainnya.Selama kamu masih terus menyalakan dan menonton TV, selama itu pula TV akan terus menayangkan acara-acara yang nggak berkualitas. Dan selama itulah, TV tak akan bermanfaat bagi kehidupanmu. Kalau kamu benar-benar menginginkan adanya acara TV yang bermutu dan syarat akan informasi dan edukasi, bukankah hal yang paling logis adalah memboikot acara-acara buruk yang sekarang ada?
1. Berhenti menonton acara musik yang cuma kamuflase. Ya, acara yang intinya bukanlah musik, melainkan tingkah konyol dan tak mendidik para host-nya
Kalau kamu saat ini masih mengikuti acara musik seperti ini, coba deh pikir-pikir lagi. Apa sih yang bisa kamu dapatkan dari acara musik yang nggak jelas segmentasinya? Informasi musik apa yang kamu dapat dari tayangan ini, dan apakah itu sepadan dibandingkan kekacauan panggung dari para host dan penonton bayarannya?
Kalau kamu ingin update informasi musik terbaru, jelas acara musik seperti ini bukan tempatnya. Berikan energi dan waktumu untuk mencari gig-gig band bagus di kotamu saja, daripada yang justru kalah populer dengan acara “musik” kamuflase ini. Daripada mood mu makin berantakan melihat tingkah laku aneh para host, lebih baik matikan TV-mu, dan berburulah musik bagus dari media-media lain.
2. Acara resepsi dan persalinan selebriti bukanlah hiburan rakyat. Apa urusan kita menonton seseorang yang sedang melahirkan?
Ingat dengan acara-acara pribadi para artis yang ditayangkan secara live di stasiun televisi? Acara pernikahan, ngunduh mantu, sampai persalinan pun dijadikan komoditi untuk televisi. Banyak yang protes dengan adanya tayangan seperti itu, bahkan KPI pun sudah menegur langsung kepada stasiun TV yang menayangkannya. Sayangnya acara seperti itu tetap saja tayang.Duh, apa pentingnya coba kamu menonton acara resepsi pernikahan artis yang berlangsung berjam-jam lamanya? Tak ada kegiatan lainkah yang lebih bermanfaat dari sekedar mantengin artis yang sedang duduk di pelaminan? Atau, masihkah kamu tega beramai-ramai nonton seorang ibu yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anaknya? Proses persalinan itu bukan tontonan rakyat, jadi benar-benar gak etis kalau kita terus menontonnya.
Sudah jelas nggak bermanfaat dan nggak etis, tapi rating acara seperti ini masih saja tinggi. Itulah kenapa stasiun TV masih saja terus menayangkan acara seperti ini. Kalau kamu benar-benar gak setuju dengan adanya acara ini, jangan pernah tonton lagi. Percuma kamu mencercanya tapi kalau kamu tetap menonton. Kalau kamu ingin acara seperti ini enyah dari layar kaca, jangan pernah menontonnya acara seperti ini lagi.
3. Kamu, anak, dan adik-adikmu tak akan bisa menjadi lebih pintar satu levelpun dari cerita sinetron yang tayang di TV saat ini
Kita semua sudah tahu bagaimana kualitas dari sinetron Indonesia. Dari segi akting, jalan cerita, hingga pesan pun semua bisa dibilang payah. Tema fiksi yang terlalu berlebihan pun saat ini jadi tema yang populer. Serial drama pun ternyata hasil jiplakan dari drama-drama populer luar negeri. Adakah sisi menarik dari sinetron saat ini?Banyak yang bilang kalau sinetron saat ini nggak mendidik. Cerita yang ditonjolkan melulu soal percintaan anak-anak remaja. Padahal acara ini tayang pada jam prime time, dimana masih banyak anak-anak yang melek untuk menonton acara TV. Kalau kamu nonton acara seperti ini, kemungkinan besar anak atau adikmu akan ikut menontonnya. Apakah kamu tega menjejali anak dan adik-adikmu dengan tayangan yang bisa berpengaruh buruk pada mereka?
Selama kamu masih nonton sinetron-sinetron ini, maka sinetron ini akan terus berjaya di pertelevisian Indonesia. Kesempatanmu untuk dapat menonton sinetron berkualitas dan bermanfaat pun semakin kecil. Satu-satunya cara agar sinetron seperti ini tak tayang lagi adalah dengan berhenti menontonnya!
4. Di TV masih ada program berita. Namun, berita-berita yang ditayangkan pun masih harus kita sikapi dengan kritis. Kadang kepentingan pemilik stasiun TV lebih dikedepankan ketimbang para pemirsanya
Nggak cuma acara hiburan saja yang keadaannya meprihatinkan. Acara berita yang tayang pun saat ini sudah terkontaminasi dengan adanya campur tangan politik. Nggak ada lagi yang namanya peberitaan secara netral. Antara media satu dengan yang satunya lagi saling serang melempar pemberitaan yang menjatuhkan. Bukan lagi kepentingan pemirsa yang didahulukan, melainkan kepentingan politik sang pemilik stasiun.Pemberitaan yang nggak netral semakin jelas terbukti. Sementara netralitas dalam jurnalisme masih diperdebatkan relevansinya, kebenaran fakta yang disiarkan — yang mutlak harus ada pada jurnalisme berkualitas — pun belum tentu disanggupi para produser acara berita TV. Sempat beberapa kali stasiun televisi terbukti memberitakan berita bohong kepada publik, hanya demi ingin mendapat predikat stasiun berita televisi paling sensasional. Karena itu, masihkah kita bisa menonton acara berita televisi dan percaya isinya begitu saja?
5. Infotainment tak hanya memberimu gosip yang sensasional, tapi juga mengajakmu untuk membicarakan aib seseorang yang belum tentu benar
Selain sinetron, acara infotainment juga adalah salah satu acara yang banyak ditonton oleh masyarakat. Mulai dari pagi hingga sore hari, acara infotainment ini ramai menghiasa layar kaca kita. Berita yang disampaikan pun semakin hari semakin berlebihan, para pembawa acaranya pun sudah mulai berani mengomentari sesuatu hal yang belum tentu benar adanya.Bukannya berita penting yang mereka bagikan kepadamu, acara infotainment ini malah terang-terangan mengajakmu untuk membicarakan aib seseorang. Apa manfaat yang bisa kita petik dari menggunjingkan aib orang lain, yang juga sebenarnya belum tentu benar? Menonton acara seperti ini bisa membuatmu terbiasa membiacarakan keburukan orang lain di belakang.
Hidupmu tak akan jauh lebih baik dan bahagia jika masih saja sibuk menonton acara infotainment. Kamu bisa memetik hikmah dari kesalahan artis yang aibnya sudah dibuka lebar-lebar oleh infotainment, tapi hidupmu tak akan jauh lebih baik jika kamu masih terus ikut membicarakan aib orang lain. Percayalah, untuk sekedar mencari hiburan, kamu tak perlu bergantung pada telvisi. Masih banyak cara untuk bisa membuatmu terhibur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar