Momen-Momen Krusial Dalam Sejarah Selfie
Kita hidup di era selfie — foto diri sendiri yang
diambil instan dengan ponsel pintar atau kamera dan dibagi-bagikan ke
publik lewat berbagai jejaring sosial yang ada. Walaupun selfie baru meraih
puncak kepopuleran selama dua tahun belakangan, perjalanan foto diri ini udah
dimulai dari ratusan tahun yang lalu, lho. Nah, sementara para pakar fotografi
masih berdebat apakah selfie bisa menjadi salah satu genre fotografi
sendiri (setara dengan still life, travel atau macro
photography), yuk kita simak dulu gimana self-photograph berevolusi
menjadi selfie!
Tahun 1839: Foto Diri Pertama Dalam Sejarah
Tuh, gerakan memotret diri sendiri sebenarnya
udah dimulai 175 tahun yang lalu. Robert Cornelius, seorang pionir teknologi
fotografi di Amerika, menjepret dirinya sendiri menggunakan teknik
daguerreotype. Potretnya
tersebut kemudian dikenal sebagai potret diri pertama dalam sejarah.
Karena proses
daguerreotype butuh waktu yang lama buat menangkap
gambar, Robert masih sempat mengeset kamera, membuka tutup lensa, lalu berlari
ke depan kamera dan menahan pose. Setelah 1 menit (atau lebih) menahan posenya,
dia kembali bergegas menutup lensa kamera. Haha, kalau buat selfie aja seribet
ini, kamu bakal tetap mau selfie, nggak?
1900-an: Kamera Kodak Brownie Muncul
Di bulan Februari 1900, Eastman Kodak
memperkenalkan seri pertama kamera kotak Brownie. Bentuknya sangat sederhana:
sebuah kotak berbahan kertas dus dengan lensa meniskus dan rol film 117.
Kamera ini bikin memotret jadi lebih mudah dan murah, karena bentuknya yang
simpel dan harganya yang terjangkau. Popularitas Brownie menyebabkan tren orang
mengambil gambar dirinya sendiri. Namun karena kamera ini masih terlalu berat
untuk diangkat tinggi-tinggi, ‘selfie’ dengan kamera Brownie lebih sering
dilakukan di depan cermin, menggunakan penyangga.
1960-an: Self-Photograph Makin Populer,
Hingga Dilakukan di Luar Angkasa
Memasuki era 60-an, ukuran kamera semakin kecil dan harganya pun
semakin terjangkau. Alhasil, kegiatan memotret diri jadi semakin populer.
Namun beda dengan selfie zaman sekarang, memotret diri pada tahun 60-an
masih didasari oleh niat dokumentasi — menangkap momen penting tanpa ada
tendensi buat pamer. Contoh ‘selfie’ yang terkenal dari dekade ini adalah yang
dibuat oleh astronot Edwin “Buzz” Aldrin falam penjelajahan pesawat Apollo di
luar angkasa. Ini sepenuhnya dilakukan untuk mengenang momen “lompatan besar
bagi umat manusia” itu.
2002: Istilah ‘Selfie’ Digunakan Untuk Pertama Kali
Setidaknya, demikian klaim orang-orang
Australia. Negeri Kangguru itu emang dikenal karena
kebiasaan mereka menambahkan akhiran “-ie” atau “-y” di ujung sebuah kata
benda: ‘Fire officer’ jadi ‘Firie’, ‘ear’ jadi ‘earie’, dan ‘self’ jadi
‘selfie’.
Tapi siapa sebenarnya yang mencetuskan istilah ini pertama kali? Pada 13
September 2002 dini hari, Nathan Hope (sebut saja Hopey, karena dia Aussie)
mengeluhkan jahitan yang tersemat di bibirnya pada sebuah forum online. Dia
bilang, jahitannya terasa “kering dan gak nyaman”. Ketika ditanya cerita di
balik jahitan bibirnya
Lalu dia mem-posting foto bibirnya yang terjahit.
Perlahan namun pasti, kata ‘selfie’ mulai menjadi
populer di negara sebelah selatan Indonesia ini.
2004-2009: #Selfie Mulai Diperkenalkan Flickr, Sementara Facebook
Mengungguli MySpace
Kalau orang Australia mengklaim bahwa ‘selfie’ berasal dari forum on-line di
negeri mereka, orang Amerika menggadang situs berbagi gambar Flickr sebagai
yang pertama yang mempopulerkan istilah tersebut. Flickr menggunakan istilah
‘selfie’ untuk mendeskripsikan foto diri yang di-posting para remaja putri,
yang jumlahnya memang banyak di situs terbut.
Secara umum, perkembangan selfie pada masa-masa ini gak bisa dilepaskan dari
laju pertumbuhan pengguna jejaring sosial. Awalnya, pengguna internet harus
puas dengan MySpace Pic yang hamya bisa menampilkan foto beresolusi rendah.
Kebanyakan gambar di MySpace pun buram dan silau karena
flash yang
berlebihan. Kemudian, Facebook muncul dan menawarkan pengalaman tampilan foto
yang lebih baik. Hadirnya Facebook, diiringi meningkatnya kualitas kamera poket
secara umum, pada akhirnya mendorong lebih banyak orang untuk bereksperimen
dengan selfie.
2010: Apple Merilis iPhone 4
Kualitas selfie semakin membaik di awal 2010-an, berkat manuver dari Apple.
Bagaimana bisa iPhone 4 bisa mempengaruhi perkembangan selfie? Jadi, perusahaan
inovasi Amerika ini mengadopsi teknologi kamera depan — yang udah duluan
populer di ponsel buatan Jepang — dan menjadikan kamera ini sebagai alat bantu
utama bagi penggunanya mengambil gambar selfie.
Pada bulan Oktober 2010, sebuah layanan berbagi foto secara instan
diluncurkan. Situs ini nantinya akan menjadi sarang bagi foto selfie dari
seluruh dunia.
2013: ‘Selfie’ Word Of The Year versi Oxford Dictionary
Walaupun istilah ini udah muncul lebih dari satu dekade yang lalu, baru
ditahun 2012-2013 lah selfie mendapat perhatian secara global
. Dalam
satu tahun, penggunaan kata ‘selfie’ meningkat hingga 17.000%. Majalah TIME pun
menyebut ‘selfie’ sebagai salah satu kata yang paling sering didengungkan tahun
itu.
Berkat kecanggihan aplikasi ponsel pintar yang didukung kamera berkualitas,
mengunggah selfie menjadi lebih mudah dan makin ‘enak dipandang mata’. Maka gak
heran kalau Oxford Dictionary memasukkan selfie ke dalam kosakatanya, dan
menyematkan predikat
Word
Of The Year kepada ‘Selfie’.
2014: Instagram Menjadi Rumahnya ‘Selfie’